Thursday, October 30, 2014

SKP untuk Guru Kelas #3 (Alternatif 1)

Kali ini saya akan mensimulasikan bagaimana cara menyusun SKP bagi Guru golongan II.
Guru adalah Pahlawan Kemerdekaan dari Kejahiliyahan
 (sumber ilustrasi: Moh. Ajibi, SDN 1 Arjawinangun) 
Pembaca yang budiman. Saat ini sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Nomor 16 tahun 2009 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala BKN Nomor : 03/V/PB/2010 dan No. 14 tahun 2010, bahwa tidak ada lagi pengangkatan guru (CPNS) dengan jabatan fungsional trampil dengan jabatan guru Pratama, Guru Dewasa, dsb., itu artinya tidak ada lagi pengangkatan guru CPNS dengan pangkat/golongan II. Jabatan fungsional guru kini termasuk jabatan fungsional keahlian yaitu suatu profesi yang diangkat pertama kali dengan kualifikasi minimum Sarjana atau Diploma IV. Oleh karena itu menurut Permenpan 16/2009 jabatan fungsional keahlian Guru dimaksud di atas adalah:
1. Guru Pertama : Golongan III/a dan III/b
2. Guru Muda : Golongan III/c dan III/d
3. Guru Madya : Golongan IV/a, IV/b dan IV/c
4. Guru Utama : Golongan IV/d dan IV/e
Selain peraturan-peraturan diatas, sebutan jabatan fungsional guru yang masih golongan II dapat merujuk Perarturan Mendiknas Nomor 38 tahun 2010, seperti kutipan di bawah ini.
Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru Permendikbud 38/2010 atas terbitnya Permenpan 16/2009
Lalu, bagaimanakah kewajiban guru yang masih golongan II dapat menyusun SKP? Tersedia beberapa alternatif. kali ini saya presentasikan simulasi alternatif I. Setidaknya saya menurunkan 3 alternatif mode penyusunan SKP bagi bapak/ibu guru yang masih berada di posisi golongan ruang II. Mari kita simak contoh kasus di bawah ini.

Pak Rosihan Ahmad Siagian, dengan NIP.196412252002021025, adalah seorang guru kelas pada SDN 15 di kota Berteman. Yang bersangkutan adalah lulusan SPG mengajar sejak tahun 2002 dan saat ini pangkat yang bersangkutan adalah Pengatur, golongan ruang II/c dengan jabatan Guru. Pada tahun ajaran 2014, selain mengajar sebagai guru kelas Pak Rosihan Ahmad Siagian juga melaksanakan tugas lain yang relevan antara lain sebagai berikut:
  1. Menjadi Guru kelas;
  2. Menjadi pembimbing pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya;
  3. Menjadi pengawas ujian sekolah;
  4. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler; dan
  5. Menjadi pengurus aktif organisasi profesi. 

Dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi guru SD sebagai Guru Kelas, maka tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yaitu menjadi pembimbing pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya dapat dimasukan dalam SKP. Angka kredit masing-masing kegiatan diperhitungkan sebesar 5% dari kegiatan pembelajaran.

Untuk kenaikan pangkatnya ke golongan ruang II/d, maka Pak Rosihan Ahmad Siagian harus mengumpulkan 20 angka kredit selama 4 tahun atau 5 angka kredit dalam satu tahun. Jika Pak Rosihan Ahmad Siagian diasumsikan memperoleh nilai PK Guru dengan sebutan “BAIK”, tugas lain yang relevan dapat dilaksanakan, maka Pak Rosihan Ahmad Siagian merencanakan kegiatan PKB sebagai berikut:
  1. Mengikuti diklat fungsional selama 30 jam;
  2. Mengikuti 3 kegiatan kolektif guru sebagai peserta pada kegiatan ilmiah; dan
  3. Membuat karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/madrasah.
Jika kegiatan PKB yang direncanakan juga diasumsikan terpenuhi semuanya, maka isian Formulir Sasaran Kerja PNS Pak Rosihan Ahmad Siagian di tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Contoh (Simulasi) SKP Guru Kelas Golongan II Alternatif I
Posting selanjutnya kami persentasikan alternatif II. 

Untuk tulisan ini saya ucapkan terima kasih kepada Pak Temoe dari Pusbangtendik Kemdikbud atas sumbangan pemikirannya.
Load disqus comments

2 komentar